Minggu, 28 Juni 2009

TSUNAMI

Istilah tsunami berasal dari bahasa Jepang. Tsu berarti "pelabuhan", dan nami berarti "gelombang", sehingga tsunami dapat diartikan sebagai "gelombang pelabuhan". Istilah ini pertama kali muncul di kalangan nelayan Jepang

tsunami

Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang dibangkitkan oleh macam-macam gangguan di dasar samudra. Gangguan ini dapat berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Tsunami tidak kelihatan saat masih berada jauh di tengah lautan, namun begitu mencapai wilayah dangkal, gelombangnya yang bergerak cepat ini akan semakin membesar.

Sebab-sebab Terjadinya Tsunami

1. Longsoran Lempeng Bawah Laut (Undersea landslides)

2. Gempa bumi Bawah Laut (Undersea Earthquake)

3. Aktivitas Vulkanik (Volcanic Activities)

4. Tumbukan Benda Luar Angkasa (Cosmic-body Impacts)

Karakteristik Tsunami

Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan tinggi dan dapat merambat lintas-samudra dengan sedikit energi berkurang. Periode tsunami cukup bervariasi, mulai dari 2 menit hingga lebih dari 1 jam. Panjang gelombangnya sangat besar, antara 100-200 km. Bandingkan dengan ombak laut biasa di pantai selancar (surfing) yang mungkin hanya memiliki periode 10 detik dan panjang gelombang 150 meter.

raising

Bila lempeng samudra pada sesar bergerak naik (raising), terjadi air pasang di wilayah pantai hingga wilayah tersebut akan mengalami banjir sebelum kemudian gelombang air yang lebih tinggi datang menerjang.

sinking

Bila lempeng samudra bergerak turun, di wilayah pantai air laut akan surut sebelum datangnya tsunami. Pada suatu gelombang, bila rasio antara kedalaman air dan panjang gelombang menjadi sangat kecil, gelombang tersebut dinamakan gelombang air-dangkal. Karena gelombang tsunami memiliki panjang gelombang yang sangat besar, gelombang tsunami berperan sebagai gelombang air-dangkal, bahkan di samudra yang dalam.

Energi dari gelombang tsunami merupakan fungsi perkalian antara tinggi gelombang dan kecepatannya. Nilai energi ini selalu konstan, yang berarti tinggi gelombang berbanding terbalik dengan kecepatan merambat gelombang. Oleh sebab itu, ketika gelombang mencapai daratan, tingginya meningkat sementara kecepatannya menurun.

GELOMBANG INTERNAL

Gelombang internal (internal wave) adalah gelombang yang terjadi pada batas dua lapisan air laut dengan rapat massa yang berbeda (Terjadi akibat adanya perbedaan rapat massa atau densitas air laut).

Perbedaan densitas tersebut disebabkan dengan adanya gaya pembangkit yang dapat berasal dari angin, pasang surut atau bahkan gerakan kapal laut. Densitas air laut dipengaruhi oleh tiga parameter yaitu salinitas, temperatur dan tekanan.


edit

Perbedaan Densitas Mengakibatkan air laut berlapis-lapis, densitas yang lebih besar akan berada di bawah air dengan densitas yang lebih kecil. Jika terjadi gangguan dari luar (oleh gaya pembangkit yang ada) akan timbul gelombang antar lapisan yang tidak mempengaruhi gelombang di permukaan.

fig10a7

Sketsa gelombang Internal Tehadap Perbedaan Temperatur

Keterangan:

Garis biru = kontur isotherms (kontur yang menunjukkan suhu yang sama).

Layer yang ditunjukkan dengan warna biru kehijau-hijauan merupakan isotherm pertama, yang oleh belum mengalami perubahan temperatur akibat perbedaan kedalaman.

kedalaman air total yang ditampilkan adalah sekitar 100 m.

Gelombang internal ini tidak akan bisa kita lihat karena ia terjadi di lapisan dalam, namun dapat dideteksi dengan cara melakukan pengamatan atau pengukuran langsung piknoklin (lapisan dimana densitas air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) atau termoklin (lapisan dimana temperatur air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) dengan menggunakan sensor-sensor pengukuran temperatur dan salinitas air laut, kecepatan arus laut, atau peralatan akustik seperti sonar.