Kamis, 02 Juli 2009

Curahan Hati...........

Helikopterku…

Dulu aku pny hlikopter yg amat kubanggakan…dulu dia slalu mnemaniku,,m’buat hari-hariku pnuh snyuman dan pnuh canda tawa..wlaupun aku sdg sdih,tp dia slalu ada buatku..terkadang baterai ny lemah,m’buatku kesal atau sdih..tp itu tdk brtahan lama..

helikopterku..yg sprtiny sudah mngerti jlas ttg diriku dgn sgala kekuranganku..

Tp kini ap yg trjadi??hlikopterku tak lg brada di sisiku,,dia jauh..sangat jauh jika aku hrs mncari..sangat jauh jika aku ingin mrasakan kberadaannya,,yg dekat dgnku hanyalah kenangan indah itu..suka duka itu..

Kini kebanggaanku entah dimana,,helikopterku tetap mlayang dihatiku brsama angan-anganku..

Entah sampai kpan angan-angan itu mnjadi nyata.. oh,Tuhan beri aku ptunjuk nyata untuk mnemukan helikopterku dan mbuat knangan itu terulang kembali……

Yg ada cuma pnyesalan,,sulit utk memaafkan diri ini….krn ulahku,krn aku,helikopterku yg sdg mlayang hancur…

Krn planning yg kupunya tdk brada dlm kpastian,krn aku tdk memperhatikan tkanan angin di sekitarku.. sehingga m’buat helikopterku goyah,,,sungguh aku mnyesal…skrg aku cuma bisa melihat helikopterku hancur tanpa aku tahu bagaimana caranya agar heli itu berfungsi kembali..krn dulu aku hanya m’ngerti jelas bagian luar nya saja..aku hanya tahu bagian dlm nya tanpa aku m’ngerti jelas…

Kini helikopterku tdk brsama ku lagi…ingin rasanya,menggapainya lagi,berada di dktnya….

Hmm,,tp entah apa yg hrs aku lakukan..hanya kebingungan yg setia menemaniku,perubahan yg mengikutiku,perbedaan yg brada di dkt ku,kepalsuan yg terpancar,tapi kejujuran hatiku tak bisa kurubah yg mengatakan “helikopterku terbaik” sulit memang diri ini mnerima smuanya,tp inilah yg hrs aku trima…

Satu hal prmohonanku…ksempatan kedua ‘bermain’ dengan helikopterku & itu utk slamanya…

Tuhan,jika Engkau masih m’berikan ksemptan kdua itu utk ku,aku tdk akan menyia-nyiakan nya..bersyukur sangat!

Jika itu ada Tuhan,aku mau Engkau yg mnuntun aku bersama helikopterku agar kebahagiaan itu smakin dekat dan nyata..AMINN…



Curahan hati dr seorang sahabat saya..... Ini adalah teks asli yang saya dapatkan langsung dari dia...


Rabu, 01 Juli 2009

Pengumuman Lulus Administrasi PMB Program DI-PPK

Berdasarkan hasil rapat seleksi administrasi yang dilakukan Panitia Penerimaan Mahasiswa
Baru (PMB) Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Sekolah Tinggi
Pertanahan Nasional Tahun Akademik 2009/2010, bahwa Saudara yang tercantum dalam
Lampiran Pengumuman ini dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi.

Dokumen Terlampir.

http://www.bpn.go.id/getattachment/3d88b8e1-99da-4139-a341-db79b78a0ce7/Lampiran-Pengumuman-Lulus-Administrasi-PMB-Program.aspx

Minggu, 28 Juni 2009

TSUNAMI

Istilah tsunami berasal dari bahasa Jepang. Tsu berarti "pelabuhan", dan nami berarti "gelombang", sehingga tsunami dapat diartikan sebagai "gelombang pelabuhan". Istilah ini pertama kali muncul di kalangan nelayan Jepang

tsunami

Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang dibangkitkan oleh macam-macam gangguan di dasar samudra. Gangguan ini dapat berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Tsunami tidak kelihatan saat masih berada jauh di tengah lautan, namun begitu mencapai wilayah dangkal, gelombangnya yang bergerak cepat ini akan semakin membesar.

Sebab-sebab Terjadinya Tsunami

1. Longsoran Lempeng Bawah Laut (Undersea landslides)

2. Gempa bumi Bawah Laut (Undersea Earthquake)

3. Aktivitas Vulkanik (Volcanic Activities)

4. Tumbukan Benda Luar Angkasa (Cosmic-body Impacts)

Karakteristik Tsunami

Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan tinggi dan dapat merambat lintas-samudra dengan sedikit energi berkurang. Periode tsunami cukup bervariasi, mulai dari 2 menit hingga lebih dari 1 jam. Panjang gelombangnya sangat besar, antara 100-200 km. Bandingkan dengan ombak laut biasa di pantai selancar (surfing) yang mungkin hanya memiliki periode 10 detik dan panjang gelombang 150 meter.

raising

Bila lempeng samudra pada sesar bergerak naik (raising), terjadi air pasang di wilayah pantai hingga wilayah tersebut akan mengalami banjir sebelum kemudian gelombang air yang lebih tinggi datang menerjang.

sinking

Bila lempeng samudra bergerak turun, di wilayah pantai air laut akan surut sebelum datangnya tsunami. Pada suatu gelombang, bila rasio antara kedalaman air dan panjang gelombang menjadi sangat kecil, gelombang tersebut dinamakan gelombang air-dangkal. Karena gelombang tsunami memiliki panjang gelombang yang sangat besar, gelombang tsunami berperan sebagai gelombang air-dangkal, bahkan di samudra yang dalam.

Energi dari gelombang tsunami merupakan fungsi perkalian antara tinggi gelombang dan kecepatannya. Nilai energi ini selalu konstan, yang berarti tinggi gelombang berbanding terbalik dengan kecepatan merambat gelombang. Oleh sebab itu, ketika gelombang mencapai daratan, tingginya meningkat sementara kecepatannya menurun.

GELOMBANG INTERNAL

Gelombang internal (internal wave) adalah gelombang yang terjadi pada batas dua lapisan air laut dengan rapat massa yang berbeda (Terjadi akibat adanya perbedaan rapat massa atau densitas air laut).

Perbedaan densitas tersebut disebabkan dengan adanya gaya pembangkit yang dapat berasal dari angin, pasang surut atau bahkan gerakan kapal laut. Densitas air laut dipengaruhi oleh tiga parameter yaitu salinitas, temperatur dan tekanan.


edit

Perbedaan Densitas Mengakibatkan air laut berlapis-lapis, densitas yang lebih besar akan berada di bawah air dengan densitas yang lebih kecil. Jika terjadi gangguan dari luar (oleh gaya pembangkit yang ada) akan timbul gelombang antar lapisan yang tidak mempengaruhi gelombang di permukaan.

fig10a7

Sketsa gelombang Internal Tehadap Perbedaan Temperatur

Keterangan:

Garis biru = kontur isotherms (kontur yang menunjukkan suhu yang sama).

Layer yang ditunjukkan dengan warna biru kehijau-hijauan merupakan isotherm pertama, yang oleh belum mengalami perubahan temperatur akibat perbedaan kedalaman.

kedalaman air total yang ditampilkan adalah sekitar 100 m.

Gelombang internal ini tidak akan bisa kita lihat karena ia terjadi di lapisan dalam, namun dapat dideteksi dengan cara melakukan pengamatan atau pengukuran langsung piknoklin (lapisan dimana densitas air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) atau termoklin (lapisan dimana temperatur air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) dengan menggunakan sensor-sensor pengukuran temperatur dan salinitas air laut, kecepatan arus laut, atau peralatan akustik seperti sonar.